Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineParigi MoutongPeristiwa

Kekeringan Ancam 235 Hektare Lahan di Parigi Moutong

83
×

Kekeringan Ancam 235 Hektare Lahan di Parigi Moutong

Sebarkan artikel ini
Kekeringan melanda tiga desa di Parigi Moutong hingga Selasa (25/8/2026), mengancam 235 hektare lahan serta menyebabkan 150 KK kekurangan air bersih.

Inframenews, Parigi Moutong
Selasa, 25 Agustus 2026

Kekeringan meteorologis dan hidrologis mengancam sekitar 235 hektare lahan pertanian dan perkebunan di tiga desa Kabupaten Parigi Moutong.

Kondisi tersebut melanda Desa Persatuan Sejati, Kecamatan Ongka Malino, serta Desa Sumber Agung dan Ogoyabas, Kecamatan Mepanga.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Parigi Moutong, kekeringan terjadi karena hujan tidak turun sejak pertengahan Juni 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan air di sejumlah wilayah terus menurun hingga Selasa (25/8/2026).

Di Desa Ogoyabas, sebanyak 150 kepala keluarga terdampak kekurangan air bersih akibat debit sumber air yang semakin berkurang.

Masyarakat setempat bahkan mengambil air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Aliran air Sistem Penyediaan Air Minum di Desa Ogoyabas juga terhenti akibat kondisi kekeringan.

Dampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan tersebar di tiga desa dengan luas keseluruhan sekitar 235 hektare.

Di Desa Sumber Agung, sekitar 200 hektare sawah terancam gagal panen akibat kekurangan air.

Sementara sekitar 30 hektare perkebunan di Desa Persatuan Sejati turut terdampak kekeringan.

Di Desa Ogoyabas, sekitar lima hektare perkebunan cengkeh juga terancam gagal panen.

BPBD bersama aparat desa dan masyarakat telah melakukan peninjauan lokasi, koordinasi, serta asesmen cepat terhadap dampak kekeringan.

Kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi Alkon, sumur bor, dan bantuan air bersih.

BPBD menyebut kekeringan masih berlangsung dan debit sumber air di sejumlah wilayah terus mengalami penurunan.

Pendataan terhadap dampak kekeringan masih dilakukan untuk mengetahui kondisi terbaru di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *