Inframenews, Palu
Minggu, 23 Agustus 2026
Pemkab Parigi Moutong memperkuat upaya deteksi dini Tuberkulosis sekaligus mendorong pemerataan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, menyampaikan hal tersebut dalam rapat kunjungan kerja tiga wakil menteri di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Wakil Menteri Kesehatan, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya memperluas deteksi dini Tuberkulosis di Sulawesi Tengah.
Kementerian Kesehatan menyiapkan Cek Kesehatan Gratis khusus TB di 508 lokasi yang tersebar pada 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Program tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional CKG khusus TB yang dilaksanakan di 53.335 titik seluruh Indonesia.
Kemenkes menargetkan program tersebut mempercepat penemuan kasus TB yang diperkirakan mencapai 1,09 juta kasus secara nasional.
Benjamin menyebut setiap kegiatan menyasar 100 orang dengan dukungan anggaran operasional sebesar Rp7,5 juta per kegiatan.
Kemenkes juga membuka ruang keterlibatan pihak swasta dan perguruan tinggi dalam memberikan edukasi terkait Tuberkulosis.
Dalam forum tersebut, Zulfinasran menyampaikan tantangan pelayanan kesehatan yang dihadapi Parigi Moutong, terutama ketimpangan distribusi tenaga kesehatan.
Dengan garis pantai sekitar 510 kilometer dan tiga rumah sakit, kebutuhan pemerataan tenaga kesehatan masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Tiga rumah sakit tersebut yakni RSUD Anuntaloko, RSUD Raja Tombolotutu, dan RS Buluye Napoae Moutong.
Untuk mengurangi mutasi tenaga kesehatan ke wilayah perkotaan, Zulfinasran mengusulkan pembangunan rumah dinas atau asrama bagi tenaga kesehatan di daerah terpencil.
Ia juga mengusulkan sistem rolling tenaga kesehatan setiap satu hingga dua tahun untuk menjaga pemerataan pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut dinilai penting karena Parigi Moutong merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sulawesi Tengah.
Sementara itu, capaian Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Parigi Moutong baru mencapai sekitar 40 persen.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyambut baik masukan tersebut dan meminta seluruh kepala daerah menginventarisasi persoalan kesehatan di wilayah masing-masing.
Anwar juga meminta setiap kabupaten dan kota membentuk Satgas TB untuk memperkuat monitoring penanganan Tuberkulosis.(*)













