Scroll untuk baca artikel
Iklan Mobile InframeNews
Iklan InframeNews
Iklan InframeNews
HeadlineParigi MoutongPeristiwa

Banjir Kasimbar Surut, Akses Trans Sulawesi Kembali Normal

77
×

Banjir Kasimbar Surut, Akses Trans Sulawesi Kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Penanganan banjir dan material longsor di Kecamatan Kasimbar, Parigi Moutong, hingga akses Trans Sulawesi kembali normal, Sabtu (29/8/2026).(BPBD Parigi Moutong)

Inframenews, Parigi Moutong
Minggu, 30 Agustus 2026

Banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah surut dan akses Trans Sulawesi kembali normal.

Berdasarkan pembaruan Pusdalops BPBD Parigi Moutong, banjir terjadi Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 05.30 WITA akibat hujan berintensitas tinggi.

Banjir menyebabkan luapan sungai hingga masuk ke permukiman warga di Desa Laemanta, Laemanta Utara, Labuan Donggulu, dan Peningka.

Data sementara mencatat sebanyak 188 kepala keluarga terdampak di Desa Laemanta, Laemanta Utara, dan Labuan Donggulu.

Di Desa Laemanta, banjir berdampak pada 23 KK di Dusun I, lima KK di Dusun II, dan enam KK di Dusun III.

Sementara di Desa Laemanta Utara, terdapat 17 KK terdampak di Dusun I, 15 KK di Dusun II, 18 KK di Dusun III, dan 31 KK di Dusun IV.

Di Desa Labuan Donggulu, sebanyak 60 KK terdampak di Dusun I, tiga KK di Dusun II, dan 10 KK di Dusun III.

Tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

Banjir juga berdampak pada jaringan air bersih di Desa Laemanta Induk dan Desa Peningka.

Selain itu, sektor pertanian dan perkebunan berdasarkan pembaruan terakhir dilaporkan tidak terdampak.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, asesmen lapangan, serta pembersihan material longsor yang menutup jalur Trans Sulawesi oleh BPJN Sulawesi Tengah.

Deker yang putus juga telah ditangani dengan pemasangan jembatan darurat sehingga arus lalu lintas kembali normal.

BWS Sulawesi III Palu turut melakukan normalisasi sungai dan penguatan tanggul untuk mengurangi risiko dampak banjir berikutnya.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong juga telah menetapkan status tanggap darurat sebagai bagian dari percepatan penanganan bencana.

Kebutuhan yang masih menjadi perhatian meliputi logistik kebencanaan, sembako, air bersih, perbaikan jaringan pipa, normalisasi sungai, serta pemasangan geobag.

Penanganan melibatkan BPBD Parigi Moutong, TNI, Polri, masyarakat, aparat desa, PT Bina Kaili, BPJN Sulawesi Tengah, dan BWS Sulawesi III Palu.

Dengan surutnya banjir, pembersihan material longsor, serta berfungsinya jembatan darurat, kondisi lalu lintas di jalur Trans Sulawesi kini kembali normal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *